" />

Dikmas Lantas

DASAR

  1. Program kerja DIT LANTAS POLDA ACEH Tahun 2012
  2. ST KAPOLRI Nomor: STR/499/III/2012 Tanggal 9 Maret 2012 Tentang Upaya Pencegahan LAKA LANTAS
  1. Atensi, Penekanan dan Petunjuk KAKORLANTAS yang Baru dalam Melaksanakan Tugas Polantas
    • Terwujudnya data laka lantas yang akurat, valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
    • Terlaksananya berbagai upaya preemtif, preeventif dan gakkum lantas dalam rangka cegah dan penanggulangan laka lantas dengan korban fatal yang terus meningkat.
    • Hilangkan berbagai bentuk penyimpangan/punli yang dilakukan oleh anggota polantas dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
    • Banyhak pungutan yang akan diturunkan tim DR BID PROPAM POLDA
    • Tiadakan berbagai bentuk kegiatan dan sikap polantas yang dapat menimbulkan rasa tidak simpati masyarakat terhatap polantas.
    • Ciptakan pilot projek tertib laka lintas dengan menempatkan 10 pola prioritas untuk dapat menanggani permasalahan latans, kerjasama dengan pemangku kepentingan bid lantas.
  2. Beberapa penekanan yang perlu Segera Diimpelementasikan
    • Pelaksanaan rencana umum nasional keselamatan lalu lintas angkutan jalan (punk) LLAJ, agar segera dilaksanakan sesuai dengan rencana aksi yang ditetapkan korlantas Polri disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing
    • Penyiapan renpam hari raya idul fitri 2012 mulai dipersiapkan dari sekarang
    • Penjabaran pelaksanaan MoU antas mendiknas dengan kapolri tentang palajaran tertib lantas masuk dalam pelajaran PKN di masing-masing daerah
    • Tingkatkan pelaksanaan pelayanan polantas memliputi pelayanan turjawali, penanganan gar lantas, yan ssbt, yan info lantas dan yan melalui giat road safety partnership action (RSPA) dalam rangka mewujudkan sasaran RBP Polri gel. II Tahun 2012-2014
    • Revitalisasi pelaksanaan KTL sebagai pilot projek terciptanya budaya tertib lantas.
    • Hadirkan petugas polantas scr all out pada jam-jam sibuk untuk memberikan yan kamseltibcar lantas kepada masyarakat khususnya pada lokasi-lokasi simpul kemacetan dan perlunya kehadiran petugas.
    • Gelorakan semangat anti KKN dan anti kekerasan dalam setiap pelaksanaan kegiatan polantas.
  3. Petunjuk Dibidang Sumber Daya Polantas
    • Optimalkan penggunaan anggaran yg tlh diterima utk mendukung pelaks tugas polantas.
    • Berikan apa yg menjadi hak anggota sesuai ketentuan yg ada.
    • Pemeliharaan sarpras pendukung pelaks tugas polantas agar terus dilaks utk mendukung kesiapan
      operasional di lapangan.
    • Lakukan reward dan punishment secara berimbang utk menjaga moril anggota.
    • Laks pelatihan secara rutin utk memelihara dan meningkatkan puan anggota dlm mendukung pelaks tugas
  4. 4. Temuan Tim BPK RI
    • Terjadinya duplikasi dalam penyerapan anggaran.
    • Terjadinya ketidaksesuaian antara penerimaan anggaran pnbp dengan penggunaan material.

KEGIATAN UPAYA PENCEGAHAN LAKA LANTAS

  1. Pelaksanaan Anev Laka Lantas, yang memuat:
    • Waktu dan lokasi terjadinya Laka Lantas
    • Faktor peyebab : manusia, ranmor, jalan, sarpras, dan lingkungan
    • Identitas pelaku maupun korban LAKA LANTAS
  2. Pelaksanaan Kegiatan Preventif dengan bentuk:
    • Kampanye tertib lalu lintas melalui penerangan, penyuluhan, foster, leaflet, stiker, buku petunjuk, komik, lomba, maupun kesenian
    • Lokasi giat kampanye dapat dilakukan : lembaga pendidikan dari tingkat tk s/d perguruan tinggi, terminal, pool bus serta sasaran lain yg disesuaikan dgn hasil anev laka
    • Hasil anev laka dijadikan bahan rakor dgn pemangku kepentingan dibidang tansportasi (forum lalu lintas) utk mencari solusi pemecahan serta kebijakan yg akan di ambil
    • Faktor yg menjadi penyebab kecelakaan agar dijadikan bahan materi pengujian sim
    • Aktifkan giat pks & saka bhayangkara lantas
    • Bangun kemitraan dgn masyarakat peduli lalu lintas seperti senkom, satpam, club – club otomotif & unsur lainnyata
  3. Laksanakan Kegiatan Preventif dalam bentuk:
    • Katkan giat pengaturan & penjagaan lantas pada lokasi rawan macet utk memperlancar arus & mencegah terjadinya gar lantas yg berdampak pada kemacetan & laka lantas dgn menerjunkan 70% kekuatan polantas pada waktu – waktu tertentu & dibantu oleh fungsi kepolisian lainnya.
    • Dlm rangka quick respons adakan giat koord dgn pemda utk bangun pos – pos penjagaan di lokasi rawan laka yg di awaki oleh polantas, diskes beserta ambulans, dishub & dinas bmck sehingga apabila terjadi laka lantas dpt dgn cepat mendatangi tkp & pertolongan korban.
    • Beat – beat patroli disesuaikan dgn hasil anev laka lantas sehingga giat patroli tepat sasaran
    • Monitor / kendalikan arus lalin & pengendalian pers lantas di lapangan dlm rangka cegah terjadinya laka.
    • Evaluasi kembali lokasi ktl ( bila perlu lokasi rawan laka di jadikan lokasi ktl)
  4. Laksanakan Kegiatan Penegakan Hukum Lantas dalam bentuk:
    • Prioritaskan dakgar lantas terhadap faktor yg menjadi penyebab laka lantas
    • Laks koord dgn dishub utk lakukan pemeriksaan terhadap kelayakan ranmor (penerangan dll), kelayakan pengemudi (penggunaan narkoba, alkohol, jam kerja dll) di terminal & tempat–tempat
      pemberhentian.