Thursday, 16 May 2013

Membidik 200.000 Ranmor tak Berpajak

Penulis: admin 3

BERDASARKAN penelitian yang dilakukan pihak kepolisian dalam dua tahun terakhir terungkap ada sekitar 200.000 dari 1,2 juta unit kendaraan bermotor (ranmor) yang beroperasi di Aceh tidak lagi membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) ke Kantor Samsat.

“Kebijakan Gubernur Aceh memberi keringanan bahkan menghapus pembayaran BBN-KB kedua atau bebas biaya mutasi serta pengampunan PKB di bawah tahun 2012 bisa mendorong dan membantu masyarakat kembali membayar pajak kendaraan bermotornya,” kata Kabid Pendapatan Asli Aceh Dispenda Aceh, Karyanto.

Menurut Karyanto, untuk ‘menggairahkan’ kembali pembayaran pajak–termasuk 200.000 unit ranomor yang tak lagi bayar pajak–langkah pertama yang dilakukan gubernur adalah menghapus tunggakan pajak kendaraan bermotor di bawah tahun 2012. Langkah kedua memberikan kemudahan dalam pelayanan. Sedangkan langkah ketiga untuk penertiban berlalu lintas dan penegakan hukum, tim terpadu, yang terdiri atas polisi, Dispenda, Jasa Raharja, Dishub, TNI dan POM, akan meningkatkan jadwal razia kendaraan bermotor di seluruh daerah, terutama untuk jalur masuk kendaraan antardaerah, kota, kecamatan, dan desa.

Karyanto mengingatkan masyarakat pemilik kendaraan bermotor yang ingin memutasikan kendaraan bermotornya dari non-BL ke BL atau mengusulkan pengampunan tunggakan PKB, segera dilakukan dalam rentang waktu mulai 20 Mei. Untuk bebas bayar pajak BBN-KB akan berakhir 31 Oktober 2013 sedangkan pengampunan tunggakan PKB berakhir 31 Juli 2013. “Selanjutnya, apakah ada atau tidak perpanjangan waktu, sangat tergantung hasil evaluasi tim samsat,” kata Karyanto.

Diakuinya, kebijakan yang dilakukan Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah sudah pernah dilakukan pada 2007 masa Gubernur Abdullah Puteh dan Kepala Dispenda, Idrus Hayat. Juga pernah dilakukan pemutihan PKB, pada tahun 2001 saat itu Kadispenda, Amrullah.

“Waktu itu hasilnya cukup lumayan. Puluhan ribu kendaraan non-BL berhasil dimutasi ke BL. Puluhan ribu unit kendaraan penunggak pajak terjaring dan membayar pajak kembali. PAD melonjak cukup signifikan,” pungkas Karyanto.

Sumber: Serambi Indonesia

Komentar