Wednesday, 6 November 2019

Operasi Zebra di Aceh Timur, 434 Pelanggar Ditilang

Penulis: admin 3

Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro SIK MH, melalui Kasat Lantas, AKP Aditia Kusuma SIK, mengatakan, selama 14 hari sejak 23 Oktober – 5 November 2019 pelaksanaan Operasi Zebra Rencong 2019, sebanyak 585 pelanggar lalu lintas ditindak dalam wilayah hukum Polres Aceh Timur.

“Sebanyak 434 pelanggar diberikan sanksi tilang dan 151 pelanggar ditindak dengan teguran simpatik,” sebut Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro SIK MH, melalui Kasat Lantas, AKP Aditia Kusuma SIK, Rabu dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Rabu (6/11/2019).

Barang bukti yang diamankan yakni 149 SIM, 269 STNK, 16 kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi surat-menyurat.

Mayoritas pelanggar lalu lintas didominasi usia 21 sampai dengan 35 tahun.

Jumlah pelanggaran lalu lintas tahun ini meningkat 16%.

Dari tahun lalu Operasi Zebra Rencong 2018.

Sedangkan kejadian kecelakaan lalu lintas tahun ini dibandingkan tahun lalu menurun 40%.

Tahun ini kejadian kecelakaan lalulintas dalam wilayah Aceh Timur, sebanyak tiga kali kejadian.

“Adapun korban meninggal dunia sebanyak tiga orang selama operasi Zebra tahun ini. Artinya, menurun 25% dibandingkan Operasi Zebra Rencong tahun lalu,” jelas AKP Aditia.

Operasi Zebra tahun 2019 ini, jelas Kasat Lantas, selain dilakukan Penegakkan Hukum (Represif) kepada pelanggar lalulintas, juga dilakukan kegiatan Pre-Emtif.

Meliputi survei 11 lokasi jalan rawan lakalantas (Black Spot).

Bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Satpol PP dalam wilayah Aceh Timur.

“Hasil survei ini selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh dinas terkait untuk melakukan upaya rekayasa lalu lintas seperti pemasangan rambu peringatan, pengecatan marka jalan yang pudar, perbaikan jalan berlubang, penambahan lampu penerang jalan dan sebagainya,” jelas Kasat Lantas.

Adapun lokasi jalan rawan kecelakaan rincinya yakni, pada Jalan Banda Aceh-Medan Gampong Keude, Kecamatan Darul Aman, pada Km. 355-356, dan Jalan Banda Aceh-Medan Gampong Julok Tunong, Kecamatan Julok pada Km. 340-341.

Sedangkan penindakan penegakan hukum (Represif) terhadap pelanggaran lalulintas dalam operasi Zebra, Polres Aceh Timur, bersama TNI, Polisi Militer, Dishub, Unit Pelaksana Teknis Samsat Wilayah VII Aceh Timur, juga menggelar sidang pemberian tilang di tempat yang melibatkan, unsur Kejaksaan Negeri, dan Pengadilan Negeri Aceh Timur, dilakukan sebanyak empat kali.

“Harapan kita melalui operasi zebra rencong tahun 2019 ini, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, dengan mengutamakan keselamatan sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan dapat diminimalisir dikemudian hari,” harap AKP Aditia Kusuma SIK.

Adapun pelanggar kendaraan yang ditindak selama operasi Zebra Rencong 2019 yakni, aspek administrasi terkait kelengkapan SIM dan STNK dan 7 pelanggaran lainnya.

Yaitu, tidak menggunakan helm standar SNI, tidak menggunakan Safety Belt (sabuk pengaman) bagi pengemudi mobil, mengemudi kendaraan di bawah pengaruh alkohol/narkoba, pengendara di bawah umur, menggunakan HP saat berkendara, melawan arus, dan melanggar batas kecepatan. (*)

//aceh.tribunnews.com/2019/11/06/operasi-zebra-di-aceh-timur-434-pelanggar-ditilang-tiga-korban-meninggal-akibat-kecelakaan

Komentar